Tumbuhkan Karakter Moral dan Karakter Kinerja Lewat Kemah Budaya

Tumbuhkan Karakter Moral dan Karakter Kinerja Lewat Kemah Budaya

Tumbuhkan Karakter Moral dan Karakter Kinerja Lewat Kemah Budaya

Kemah Budaya Nasional (KBN) tahun 2016 resmi ditutup di kawasan Pantai Pendam,

Kabupaten Belitung, pada Kamis (22/9/2016). Kemah Budaya Nasional 2016 menjadi salah satu kegiatan untuk menumbuhkan karakter moral dan karakter kinerja bagi generasi muda.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas) Harris Iskandar, mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjadi pembina upacara penutupan Kemah Budaya Nasional 2016, yang berlangsung pada 19 s.d 23 September 2016.

“Ini merupakan prioritas pemerintah, melalui Gerakan Pramuka ini

kita akan menumbuhkembangkan karakter pada generasi muda,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Harris juga menyampaikan tentang pentingnya menumbuhkan berbagai karakter moral selama empat hari mengikuti perkemahan. Karakter-karakter tersebut adalah karakter takwa terhadap Tuhan, karakter cinta tanah air, karakter hormat kepada lingkungan, diri sendiri, dan sesama.

Selain karakter moral, ia juga menyampaikan tentang karakter kinerja yang

tak kalah penting untuk dikembangkan, yaitu disiplin, kerja sama, etos kerja, ketekunan, memecahkan masalah, serta mangatasi kejenuhan. Dengan demikian, selama berkemah di Bumi Laskar Pelangi itu, para peserta diharapkan dapat menumbuhkan kedua karakter tersebut di dalam diri mereka.

Sebelum menyematkan Tanda Ikut Serta Kegiatan (Tiska) kepada perwakilan peserta, Harris berpesan agar setelah mengikuti Kemah Budaya Nasional, para peserta kelak bisa menjadi pemuda Indonesia yang berguna, berkarakter, kuat, dan tangguh.

Kemah Budaya Nasional 2016 diikuti 812 orang dari 34 provinsi. Kegiatan ini mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Muda yang Mandiri, Berdaya Saing, dan Berkarakter”. Salah satu tujuan digelarnya KBN 2016 adalah untuk menanamkan nilai sejarah dan kebudayaan, serta nilai-nilai pendidikan karakter kepada generasi penerus bangsa. (Aji Shahwin/Desliana Maulipaksi)

 

Baca Juga :