Seleksi Wanadri Lebih Ketat

Seleksi Wanadri Lebih Ketat

Seleksi Wanadri Lebih Ketat

Perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung (Wanadri) menggelar Pendidikan

Dasar Wanadri (PDW) 2019 di Bandung.

Wakil Komandan PDW 2019 Jose Fajri menuturkan, PDW tahun ini dilakukan dengan seleksi yang ketat. Pertama seleksi administrasi dan kedua seleksi tahap lanjut berupa tes medis, psikologi, kebugaran dan kemampuan dasar untuk dapat menjadi siswa di pendidikan dasar Wanandri.

”Seleksi administrasi online dan offline peserta tersaring sekitar 260 yang berhak ikut seleksi tahap lanjutan. Dari jumlah yang disebutkan dinyatakan yang lulus untuk jadi siswa sebanyak 125 orang,” ujar Jose pada Jabar Ekspres.

Dia juga menambahkan pihaknya telah melakukan prapendidikan selama lima hari sebelum

terjun ke lapangan. Sekarang siswa yang ikut PDW berjumlah 110 dari total jumlah125 siswa yang telah dinyatakan lolos seleksi.

”Jadi yang siswa 125 juga berhak (ikut PDW), tapi karena beberapa siswa itu ada kendala kesehatan, pekerjaan, kuliah dan lain lain jadi yang tersisa 110 orang,” ujar Fajri.

Wanadri telah membuka pendaftaran selama tiga bulan, terhitung sejak Juli hingga September dan akan melangsungkan pendidikan dasar selama 30 hari dimulai 29 Desember 2018 hingga 27 Januari 2019.

”Dua minggu pertama itu di Situ Lembang tahapan basic dan pembekalan.

Disana mereka akan dibekali dengan teknik dasar kehidupan di alam terbuka kemudian setelah itu masuk ketahapan operasional hingga nanti tanggal 27 Januari,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Wanadri menargetkan PDW tahun ini berasal dari berbagai perwakilan di Indonesia. Lebih dari setengah perwakilan provinsi se-Indonesia sudah bergabung seperti Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera. Kegiatan tersebut juga dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri dicetuskan di Bandung, pada 17 Januari 1964. Perhimpunan tersebut bertujuan untuk turut membangun Tanah Air, Bangsa, dan Negara Republik Indonesia, melalui pendidikan pemuda-pemudi dengan menggunakan media alam bebas sebagai sarana pendidikan.

 

Sumber :

https://gumroad.com/dosenpendidikan