PRIORITAS DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI

PRIORITAS DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI

PRIORITAS DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI

Pembangunan ekonomi seharusnya dirancang sedemikian rupa sehingga menjamin penggunaan faktor-faktor produksi yang ada dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan. Karena itu pemilihan kebijaksanaan pembangunan harus ditentukan atas dasar sifat dan tujuan yang berbeda-beda yang hendak dicapai seperti tambahnya pendapatan per kapita, hapusnya pengangguran, mencapai neraca Pembayaran Internasional yang seimbang, dan tidak tergantung pada pasar luar negeri baik untuk bahan-bahan dasar maupun untuk hasil produksinya.

 

Bila beberapa tujuan tersebut di atas itu hendak dicapai

maka kebijaksanaan ekonomi hendaknya disesuaikan dengan kepentingan komparatif masing-masing negara yang bersangkutan. Sejarah Masyarakat Indonesia Pra Aksara : Ciri, Metode dan Periodisasi

Karena prioritas-prioritas ini berbeda-beda antara negara yang satu dengan yag lain, maka politik pembangunan juga berbeda-beda, meskipun di antara negara-negara itu pada saat dimulainya pembangunan dalam keadaan yang sama. Jadi meskipun Republik Cina (RRC) dan India dalam banyak hal mempunyai keadaan yang sama sebelum pembangunan, tetapi pola pembangunan mereka berbeda-beda.

 

Karena faktor-faktor yang ada untuk perkembangan

terutama kapital untuk investasi pada umumnya tidak mencukupi, maka untuk mencapai tujuan pembangunan diadakan pemilihan prioritas. Di banyak Negara prioritas ini disusun dalam suatu rencana pembangunan, demikian pula dengan Indonesia. Ingat Pembangunan Nasional Semesta Berencana 1961/1969, Repelita I 1969/1970 – 1973/1974 sampai dengan Repelita VI 1994/1995 – 1995 – 1999/2000.

 

Teknik perencanaan pembangunan yang teliti merupakan

bagian penting dari politik pembangunan dan dapat menjadi petunjuk dalam pemilihan proyek-proyek atau kegitan yang paling cocok. Prinsip pokok pembangunan yang rasional ialah untuk menjamin pengangguran faktor produksi yang ada dengan cara yang paling efektif, terutama Karena kelangkaan faktor produksi seperti halnya dewngan kapital. Tetapi meskipun demiakian sepertitelah dikatakan oleh Higgins, adalah jika satu memilih prioritas investasi hanya berdasar pada capital output ratio (COR) yang serendah mungkin. Yang tak dapat diukur dengan berapa kerugian yang diderita dalam persaingan dengan industri lain dengan industri baru:

 

Industri atau Pertanian?

Perlahan-lahan atau Besar-besaran (Gradual ataukah Big-Push) Pembangunan Seimbang ataukah Pembangunan Tidak Seimbang (Balanced Growth atau Unbalanced Growth) Fasilitas Prasarana Umum (Social Overhead Capital

Sumber Materi : https://guruips.co.id/