PERKEMBANGAN BIOLOGIS MANUSIA INDONESIA

PERKEMBANGAN BIOLOGIS MANUSIA INDONESIA

PERKEMBANGAN BIOLOGIS MANUSIA INDONESIA

Berbagai fosil manusia Purba di Indonesia

Pengertian Fossil: fosil adalah tulang-belulang manusia atau hewan dan sisa tumbuhan yang  telah membatu

Berbagai fosil manusia Purba di Indonesia :

  1.  – Megantropus Palaeojavanicus
  2.  – Pithecantropus mojokertensis
  3.  – Pithecantrupus robustus
  4.  – Pithecantropus erectus
  5.  – Homo Soloensis
  6.  – Homo Wajakkensis
  7.  – Homo Sapiens

Sejarah perkembangan bumi berdasarkan ilmu geologi:

 – Arkaekum, adalah zaman yang paling tua dan diperkirakan berumur 2.500 juta tahun yang lalu, kulit bumi masih membara, belum ada tanda-tanda kehidupan

 – Palaeozoikum, diperkirakan berumur 340 juta tahun yang lalu, telah muncul tanda-tanda kehidupan, yaitu nenek moyang makhluk hidup bersel satu (reptil) atau binatang melata

 – Mesozoikum, diperkirakan berumur 150 juta tahun yang lalu, bentuk kehidupan sudah makin beragam, reptil semakin banyak jenisnya

 – Neozoikum, 60 juta tahun yang lalu, kehidupan sudah sangat berkembang dan beragam. zaman ini dibagi 2 yaitu: Era Tersier dan era Kuarter.

  1. Era Tersier, binatang menyusui seperti berbagai jenis monyet.
  2. Era kuarter, dibagi 2 yaitu : Kala Pleistosen dan Holosen.

 – Kala Plestosen atau Diluvium berlangsung 600.000 tahun yang lalu, zaman ini sering disebut zaman es(zaman Glasial) yang ditandai dengan mencairnya Es, karena terjadi perubahan iklim global terus-menerus

–  Kala Holosen atau zaman Aluvium, berlangsung sejak 20.000 tahun yang lalu, pada zaman ini muncul spe    sies Homo Sapiens, diantaranya adalah Homo Wajakkensis.

  1. perkembangan biologis manusia Purba di Indonesia

– Megantropus Palaeo Javanicus di temukan di Sragen (Jateng), bentuk fisik yang besar, badan tegap, tidak berdagu dan mempunyai rahang yang kuat

– Pitecantropus mojokertensis ditemukan di Mojokerto, bentuk fisik kanak-kanak

– Pitecantropus Erectus atau manusia kera yang sudah berjalan tegak, ditemukan di desa Trinil, fisik lebih besar dan kuat sehingga dinamakan Pitecantropus Robustus

– Homo Soloensis, ditmukan di desa Ngandong lembah Bengawan Solo, lebih tinggi tingkatannya dari pada Pitecantropus (termasuk jenis manusia purba Homo Sapiens)

– Homo Wajakkensis ditemukan di desa Wajak, Tulungagung, adalah termasuk jenis manusia

   Purba   jenis Homo Sapiens pertama di Asia.

Tabel Kronologis perkembangan biologis manusia Indonesia ( Lihat buku sejarah Esis)

Sumber : https://pendidikan.co.id/