Perbedaan kpentingan itu antara lain berupa

Perbedaan kpentingan itu antara lain berupa

Perbedaan kpentingan itu antara lain berupa

Perbedaan kpentingan itu antara lain berupa

  1. kepentingan indivdu untuk memperoleh kasih saying
  2. kepentingan indivdu untuk memperoleh harga diri
  3. kepentingan individu untuk memperoleh pengharagaan yang sama
  4. kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi
  5. untuk dibutuhkan oleh orang lain
  6. untuk memperoleh kedudukan didalm kelompoknya
  7. kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri
  8. kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan

Studikasus

Dalam perkembangan lingkungan keamanan internasional saat ini, terorisme menjelma menjadi salah satu bentuk isu keamanan non tradisional yang ditempatkan sebagai ancaman bersama bagi setiap Negara di dunia. Terorisme tidak lagi dipandang sebagai tindak kriminal biasa, atau dikategorikan sebagai ancaman konflik berintensitas rendah yang hanya menjadi domain isu keamanan domestik, tetapi pada perkembangannya terkini, terorisme dikategorikan sebagai extra ordinary crime dan termasuk ke dalam tindak kejahatan terhadap kemanusiaan, setara dengan kejahatan perang dan genosida.
Terorisme adalah suatu tindakan yang terencana, sistematis bersifat dinamis dalam pelaksanaan operasinya. Yang dilakukan oleh individu, kelompok maupun Negara yang memenuhi unsur-unsur penggunaan kekerasan yang tidak berperikemanusiaan dengan menggunakan senjata, bahan peledak maupun senjata pemusnah masal/nubika sehingga mampu mempengaruhi psikologi bangsa secara negatif, guna mencapai tujuan akhir yang berlawanan dengan kepentingan nasional. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tata cara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa acak serta seringkali merupakan warga sipil. Sasaran terorisme bisa jadi siapa saja dan apa saja, entah itu Negara atau kelompok atau individu, namun pada prinsipnya dan yang paling menyakitkan, terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Dalam hal ini kita berbicara pada posisi dimana HAM menjadi sasaran tindakan teror itu dilakukan, jika kita melihat peledakan bom, terorisme tidak hanya dilakukan langsung kepada lawan, akan tetapi perbuatan teror justru dilakukan dimana saja, terhadap siapa saja dan tidak berperikemanusiaan serta tidak memiliki justifikasi.
Dari hal itu kita kembali diingatkan, terorisme tidak lagi sekedar peledakan bom bunuh diri atau penyanderaan, tapi terorisme telah meluas sampai perampasan Hak Asasi Manusia (HAM) di segala lini kehidupan, akan tetapi, pejuang HAM pun memiliki tantangan dalam menghadapi terorisme. Menyandingkan “terorisme dengan HAM” bisa jadi adalah sesuatu yang paradoks, pada suatu sisi, teroris atau tersangka teroris tergolong telah melakukan kejahatan berat, yaitu tidak hanya telah menghabisi nyawa orang lain, yang kadang kala tidak tahu apa-apa, tetapi juga menebarkan rasa takut dan cemas ke anggota masyarakat yang lain, bahkan menembus batas teroterial Negara sekalipun.
Dari sisi hukum formal dan sistem norma yang berlaku di masyarakat, semua tindakan kriminal seharusnya diberikan hukuman yang setimpal dengan dampak yang dihasilkan. Sesuai dengan Pasal 3 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang berbunyi “Setiap orang berhak atas kehidupan, kebebasan dan keselamatan sebagai individu.” Dengan adanya rasa takut dan cemas yang melanda masyarakat yang diakibatkan oleh terorisme, maka para teroris telah merampas hak asasi orang lain tentang rasa aman. Oleh karena itu, para pelaku teror layak mendapatkan hukuman yang setimpal, karena tidak ada yang lebih berharga di dunia ini daripada nyawa seseorang.

Sumber : https://apartemenjogja.id/