PENYIMPANAN PAKAN TERNAK

PENYIMPANAN PAKAN TERNAK

PENYIMPANAN PAKAN TERNAK

Saafsaf.Net – Salah satu faktor yang terpenting pada usaha pemeliharaan ternak adalah pakan. Hampir 60-80% dari komponen biaya produksi berasal dari pakan. Sehingga, tidaklah berlebihan kalau masalah pakan mendapatkan perhatian yang serius. Caranya tentu saja dengan harus tetap menjaga dan menjamin baik jumlah maupun mutunya.

Pakanberupa sediaan dari bahan tanamanpertanian (organik) dengan dayasimpan dan ketahanan nilai gizi yangterbatas. Walaupun telah digunakanbahan pengawet, pakan tetap saja bisamengalarni penurunan kandungan gizikarena lamanya penyimpanan.

Fungsi Penyimpanan

Apa fungsi penyimpanan? Penyimpanan adalah salah satu bentuk tindakan pengamanan yang selalu terkait dengan waktu yang bertujuan untuk mempertahankan dan menjaga komoditi yang disimpan dengan cara menghindari dan menghilangkan berbagai faktor yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas komoditi tersebut. Penyimpanan biji-bijian bahan baku pakan ditujukan untuk mempertahankan kondisi terbaik dalam waktu yang lama. Penyimpanan pakan sebaiknya tidak dicampur dengan barang lainnya untuk menghindari pencemaranpakan.

Teknologi penyimpanan perlu dikembangkan untuk memecahkan masalah dalam penyimpanan bahan pakan maupun pakan jadi. Teknologi pengendalian hama gudang, pencegahan cemaran mikotoksin, dan sistem penyimpanan sangat diperlukan terutama untuk daerah tropis basah seperti Indonesia.

Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Dalam Proses Penyimpanan ?

Ada tiga hal yang perlu untuk diperhatikan dalam proses penyimpananpakan, yakni hindari dari serangga, organisme mikroskopis dan perubahan deterioratif, yang akan menyebabkan kehilangan bobot, kualitas, resiko kesehatan dan mutu ekonomis.

Kehadiran serangga dipengaruhi oleh dua faktor : yaitu suhu dan kelembaban.Jika kelembaban >70% akanmenyebabkan perkembangan serangga dan jamur pada pakan. Di sisilain,bakteri dan jamur tidak dapat hidup pada kelembaban < 29%.Untukitu,tempatpenyimpananpakanharusdiusahakankelembaban< 29%.

Dampak yang dapat ditimbulkan serangan jamur pada pakan antara lain :

  1. Produksi racun mycotoxin oleh jamur
  2. Timbulnya panas
  3. Naiknya kelembaban
  4. Munculnya jamur kelopok aspergilus sp.

Perubahan deterioratif pada bahan baku dan pakan hampir selalu terjadi, hal ini sangat berhubungan dengan kandungan lipid/lemak pada pakan.Faktor-faktor yang mempengaruhi proses deterioratif adalah :

  • Faktor lingkungan (temperatur, kelembaban, kebersihan lingkungan dan rancangan bangunan)
  • Kehadiran serangga dan mikrorganisme.

Ketengikan merupakan gabungan dari 3 proses, yaitu oksidasi, hidrolisis dan pembentukkan keton. Faktor yang mempengaruhi oksidasi lipid yaitu enzim, hematin, peroksida, cahaya, temperatur dan katalis dari logam berat.

Hal terpenting dalam penyimpanan bahan pakan dan pakan adalah :

  • Kebersihan ruangan
  • Keluar masuk barang/pakan

Pengeluaran pakan dari tempat penyimpanan pakan agar diatur sedemikian rupa sehingga pakan tidak terlalu lama dipenyimpanan. Penyimpanan pakan yang terlalu lama akan menurunkan kualitas dari pakan tersebut. Berdasarkan pengalaman dilapangan bahwa kerusakan bahan pakan terjadi setelah satu bulan bahan tersebut disimpan.Faktor-faktor yang mempengaruhi penyimpanan pakan adalah tipe atau jenis pakan, periode atau lama penyimpanan, metode penyimpanan, temperatur, kandungan air, kelembaban udara dan komposisi zat-zat makanan.

  • Ukuran bantalan kayu dan posisi penumpukkan bahan/pakan.

Ketinggian tumpukan berpengaruh terhadap kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, tingkat kehalusan dan ketahanan benturan pakan yang berbentukpellet.

Lama masa simpan berpengaruh terhadap kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, tingkat kehalusan, dan ketahanan benturan.

Terdapat interaksi antara ketinggian tumpukan dan lama masa simpan terhadap kerapatan pemadatan tumpukan dan ketahanan benturan pakan pelet. semakin lebar diameter pakan pellet maka akan menyebabkan pakan tersebut semakin rapuh dan mudah hancur

Pakan yang baik harus disimpan dalam jangka waktu kurang dari 13 hari dan metode penyimpanannya harus diperhatikan baik seperti jumlah tumpukan, kelembaban ruangan serta kebersihannya, karena semakin lama pakan disimpan dengan kondisi ditumpuk berlebihan akan membuat pakan semakin mudah hancur yang pada akhirnya akan semakin memperburuk kondisi fisik pakan ketika di distribusikan ke konsumen.

Jenis-Jenis Kerusakan Pakan

Ada empat tipe kerusakan bahan pakan/pakan yang disimpan dalam kondisi yang buruk yaitu :

  1. Kerusakan fisik dan mekanik, yaitu kerusakan yang terjadi jika bahan tidak ditangani secara hati-hati waktu kegiatan panen, transportasi, pengolahan dan penyimpanan;
  2. Kerusakan kimia, yaitu meliputi kerusakan bahan akibat reaksi kimia atau reaksi pencoklatan non enzimatik yang merusak partikel karbohidrat, penurunan kandungan vitamin dan asam nukleat;
  3. Kerusakan enzimatik, yaitu terjadi akibat kerja beberapa enzim seperti protease, amylase dan lipase, misalnya : pemecahan molekul lemak menjadi asam lemak bebas dan glycerol oleh enzim lipolitik dan aktivitas enzim proteolitik memecah protein menjadi polipeptida dan asam amino;
  4. Kerusakan biologis, terjadi akibat serangan serangga, binatang pengerat, burung, dan mikroorganisme selama penyimpanan.

Kerusakan bahan pakan/pakan dalam penyimpanan ditentukan oleh interaksi yang kompleks antara kondisi bahan pakan/pakan, kondisi lingkungan dan organisme (mikroorganisme, serangga dan rodentia) perusak kualitas bahan pakan/pakan. Kerugian yang ditimbulkan selama penyimpanan adalah kehilangan berat, penurunan kualitas, meningkatnya resiko terhadap kesehatan dan kerugian ekonomis.

Teknik Penyimpanan Bahan Pakan/Pakan Yang Baik

Kualitas pakan sangat menentukan terhadap produktivitas ternak.Penyimpanan tanpa penanganan yang benar dapat menurunkan kualitas pakan, sehingga mutu pakan menjadi rendah. Untuk menghindari timbulnya jasad-jasad pengganggu selama penyimpanan perlu adanya tindakan pencegahan sebagai berikut :

  • Menjaga kebersihan gudang;
  • Bahan pakan jangan disimpan terlalu lama;
  • Hindari kemasan yang rusak;
  • Perhatikan kadar air bahan, batas simpan yang baik, kandungan air tidak lebih dari 13%;
  • Pemakaian bahan baku first in first out (FIFO);
  • Bahan baku pakan diletakkan diatas pallet.

Beberapa literatur menyatakan bahwa yang terpenting bukanlah khusus gudangnya, tetapi pemenuhan syarat seperti temperatur, kelembaban, kebersihan, layout, serta bebas dari kontaminasi. Parameter untuk gudang yang baik yaitu :

  1. terhindar dari matahari langsung,
  2. terhindar dari hujan dan bocor,
  3. temperature dikisaran 30oC – 34oC,
  4. kelembaban tidak lebih dari 70%’
  5. bebas dari hama kutu dan tikus,
  6. tidak bercampur dengan bahan kimia seperti pupuk, pestisida dan racun tikus.
  7. Layout atau desain yang baik adalah cukup luas untuk mengatur FIFO (first in first out).
  8. Memiliki catatan stok yang rapi dan cukup jarak antara dinding terhadap tumpukan (atau antar tumpukan),
  9. Sementara untuk bahan baku, keperluan gudang akan sangat bergantung pada jenis bahan tersebut.