Pengertian Wilayah Desa

Table of Contents

Pengertian Wilayah Desa

Pengertian Wilayah Desa

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar atau mengucapkan kata “desa”. Sesungguhnya, apakah pengertian desa? Terdapat berbagai definisi tentang pengertian wilayah desa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, desa merupakan suatu kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejumlah keluarga serta memiliki sistem pemerintahan sendiri. Selain definisi ini, apa pengertian desa menurut para ahli? Mari, kita simak penjelasan berikut ini.

 

Menurut Bintarto (1977), desa adalah suatu perwujudan geografi yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomi, politik, dan kultural di suatu wilayah dalam hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daerah-daerah lain. Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh suatu tempat agar dapat disebut sebagai sebuah desa. Syarat pertama, desa harus memiliki daerah cakupan dengan batas-batas wilayah yang jelas. Syarat kedua, desa harus dihuni oleh penduduk dengan mata pencaharian tertentu. Syarat ketiga, penduduk desa harus memiliki tata kehidupan berupa adat istiadat dan organisasi pemerintahan tertentu.

Corak kehidupan masyarakat desa relatif homogen, banyak bergantung kepada alam, sederhana, serta memiliki ikatan sosial dan tradisi yang kuat. Paul H. Landis dalam Rahardjo (1999), menyatakan bahwa ciri-ciri pola kebudayaan tradisional antara lain berupa adaptasi yang kuat terhadap lingkungan, tingkat inovasi yang rendah, berkembangnya kepribadian yang bersifat organik (memandang segala sesuatu sebagai satu kesatuan), pola kebiasaan hidup yang lamban (statis), pengaruh alam yang kuat dan cenderung bersifat praktis (tidak begitu mengindahkan segi estetika), serta standar moral yang kaku sehingga moralitas bagi masyarakat desa merupakan hal yang bersifat absolut.

Desa sering dipandang sebagai representasi kehidupan masyarakat tradisional. Hubungan antarpenduduk desa bersifat gemeinschaft (hubungan dasar yang bersifat pribadi, tidak rasional, dan awet), solidaritas sosial bersifat mekanik (solidaritas yang didasarkan atas kesamaan-kesamaan), serta merupakan kelompok primer (kelompok yang anggotanya saling mengenal). Hal tersebut berkebalikan dengan kota yang hubungan penduduknya bersifat gesellschaft (hubungan dasar yang bersifat tidak pribadi, rasional, dan tidak awet), solidaritas yang didasarkan atas ketidaksamaan, tetapi saling tergantung satu sama lain, serta merupakan kelompok sekunder (kelompok yang antara anggotanya tidak selalu saling mengenal).


Baca Artikel Lainnya: