PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN ANAK AUTISME

PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN ANAK AUTISME

PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN ANAK AUTISME

PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN ANAK AUTISME

Tingkat keberhasilan pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran anak autisme dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti yang juga terjadi pada anak normal biasa. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi berhasil atau tidaknya pendidikan dan pengajaran itu antara lain : Berat – ringannya kelainan/gejala, usia pada saat diagnosis, tingkat kemampuan berbicara dan berbahasa, tingkat kelebihan (streng) dan kekurangan (weakness) yang dimiliki anak, kecerdasan/IQ, kesehatan dan kestabilan emosi anak, dan juga terapi yang tepat dan terpadu meliputi guru, kurikulum, metode, sarana pendidikan, lingkungan (keluarga, sekolah dan masyarakat).

Penyusunan program layanan pendidikan dan pengajaran untuk anak dengan autis terkadang mengabaikan diferensiasi kemampuan yang dimiliki tiap individu. Padahal anak dengan autis memiliki kemampuan dan ketidakmampuan khusus yang banyak tidak diperhatikan dalam kurikulum di negara kita. Ini seringkali terjadi pada pendidikan mainstream. Belajar dan pembelajaran bagi anak autisme sebaiknya dititik beratkan pada pengembangan kemampuan dasar, yaitu :

  1. Kemampuan dasar kognitif
  2. Kemampuan dasar bahasa/Komunikasi
  3. Kemampuan dasar sensomotorik
  4. Kemampuan dasar bina diri, dan
  5. Sosialisasi.

Apabila kemampuan dasar tersebut dapat dicapai oleh anak dengan mengacu pada kemampuan anak yang sebaya dengan usia biologi/ kalendernya, maka kurikulum dapat ditingkatkan pada kemampuan pra akademik dan kemampuan akademik, meliputi kemampuan : membaca, menulis, dan matematika (berhitung).

Kegiatan belajar mengajar merupakan interaksi antara siswa (anak autisme) yang belajar dan guru pembimbing yang mengajar. Dalam upaya membelajarkan anak autisme tidak mudah. Guru pembimbing sebagai model untuk anak autisme harus memiliki kepekaan, ketelatenan, kreatif dan konsisten di dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. Oleh karena anak autisme pada umumnya mengalami kesulitan untuk memahami dan mengerti orang lain. Maka guru pembimbing diharuskan untuk mampu memahami dan mengerti anak autisme.

Sumber : https://aziritt.net/