Menilai keamanan aplikasi panggilan video

Menilai keamanan aplikasi panggilan video

Menilai keamanan aplikasi panggilan video

Aplikasi panggilan video, terutama yang menawarkan konferensi video, sedang banyak digunakan selama bekerja dari rumah karena pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

Aplikasi ini dinilai sangat membantu untuk mengadakan rapat dari jarak jauh atau untuk menggantikan acara komunikasi sehari-hari yang biasanya bisa bertemu langsung.

Meskipun demikian, keamanan aplikasi tersebut belakangan menjadi sorotan

, terutama Zoom, yang sebagian penggunanya diganggu oleh peristiwa Zoombombing,

Baca juga: Pengalaman WFH kena Zoombombing, kenapa bisa terjadi?

Baca juga: Ribuan alamat email dan password pengguna Zoom dijual di Dark Web

Zoombombing merupakan aksi dari orang yang tidak diundang, mereka bisa masuk ke dalam pertemuan virtual di Zoom dan mengganggu rapat, misalnya dengan menimbulkan kebisingan sampai membagikan gambar-gambar negatif.

Berbicara mengenai keamanan aplikasi konferensi video

, pakar keamanan siber dari Vaksin.com, Alfons Tanujaya, menyatakan definisi enkripsi end-to-end, yang ada di platform tersebut berbeda dengan yang ada di platform berbagi pesan teks.

End-to-end encryption konvensional, seperti yang digunakan platform berbagi pesan WhatsApp dan Telegram, melindungi keamanan dari aplikasi ke aplikasi. Sebagai contoh, A berkirim pesan ke B dalam platform X.

Maka, sistem di platform X akan membuat “kunci”

publik dan privat untuk A-B maupun B-A yang berfungsi untuk enkripsi dan dekripsi pesan tersebut. Sebelum pesan yang dikirim A sampai ke B, teks tersebut terlebih dulu dikirim ke server.

 

sumber :

https://rollingstone.co.id/seva-mobil-bekas/