Melalui Aksi Sulap, Dirjen GTK Tekankan Pentingnya Berpikir Kritis

Melalui Aksi Sulap, Dirjen GTK Tekankan Pentingnya Berpikir Kritis

Melalui Aksi Sulap, Dirjen GTK Tekankan Pentingnya Berpikir Kritis

Kemendikbud — Ada yang menarik saat Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

(Dirjen GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata, memberikan materi pada acara Bimbingan Teknis Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bagi Kepala Sekolah di Medan, Sumatra Utara, Rabu (9/8/2017).

Di hadapan 147 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah SD dan SMP, Sumarna melakukan aksi sulap penggandaan uang. Sumarna menunjuk dua peserta untuk maju, lalu masing-masing diminta memasukkan dua lembar uang ke dalam dua amplop kosong yang telah disediakan.

Peserta pertama memasukkan dua lembar uang pecahan lima ribu rupiah

, sedangkan peserta kedua memasukkan dua lembar uang pecahan dua ribu rupiah. Kedua amplop tersebut diberi nama peserta lalu direkatkan. Beberapa saat kemudian, peserta menjadi riuh ketika kedua amplop tadi dibuka dan ditunjukkan isinya. Ternyata tiap amplop berisi dua lembar uang pecahan seratus ribu rupiah. Namun Sumarna tidak membiarkan peserta larut dalam kebingungan, dan membuka rahasia permainan sulapnya tadi. Ternyata amplop yang disediakan sudah didesain sedemikian rupa, sehingga tidak terlihat bahwa masing-masing amplop ada amplop lain yang direkatkan dan sudah diisi sebelumnya dengan uang pecahan seratus ribu rupiah sebanyak dua lembar.

Melalui aksinya tersebut, Sumarna menekankan pentingnya berpikir kritis

agar tidak mudah dibohongi dan diperdaya. “Jangan percaya saya bisa menggandakan uang. Kalau saya bisa, saya di rumah saja tidak perlu bekerja,” jelas Sumarna disambut derai tawa peserta. Berpikir kritis merupakan salah satu dari empat kompetensi yang harus dimiliki Kepala Sekolah.

Kompetensi lainnya adalah mampu berkomunikasi, kolaborasi, dan kreatif. Berpikir kritis ini juga harus diajarkan kepada peserta didik agar karakter kritis siswa terbentuk sejak dini. (Anang Kusuma)

 

Baca Juga :