Komponen-komponen kunjungan rumah

Komponen-komponen kunjungan rumah

Komponen-komponen kunjungan rumah

Komponen-komponen kunjungan rumah

Ada tiga komponen pokok berkenaan dengan kunjungan rumah, yaitu kasus, keluarga dan konselor.

Pertama, kasus. Kunjungan rumah difokuskan pada penanganan kasus yang dialami oleh klien (siswa) yang terkait dengan faktor-faktor keluarga, kasus siswa terlebih dahulu dianalisis, dipahami, disikapi dan diberikan (dilaksanakan) perlakuan awal tertentu, dan selanjutnya diberikan pelayanan bimbingan konseling yang memadai. Perlakuan awal terhadap kasus dilakukan melalui kunjungan rumah. Hasil kunjungan rumah digunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Kunjungan rumah juga dapat merupakan bagian langsung atau tindak lanjut pelayanan bimbingan dan konseling terlebih dahulu terhadap kasus yang dimaksud.

Kedua, keluarga. Keluarga yang menjadi fokus kunjungan rumah meliputi kondisi-kondisi yang menyangkut: a. Orang tua atau wali siswa, b) anggota keluarga yang lain, c) orang-orang yang tinggal dalam lingkungan keluarga yang bersangkutan, d) kondisi fisik rumah, isinya dan lingkungannya, e) kondisi ekonomi dan hubungan sosioemosional yang terjadi dalam keluarga.

Ketiga, konselor. Konselor atau pembimbing bertindak sebagai perencana, pelaksana dan sekaligus pengguna-pengguna hasil kunjungan rumah. Seluruh kegiatan kunjungan rumah dikaitkan langsung dengan pelayanan bimbingan dan konseling dan kegiatan pendukung layanan bimbingan dan konseling lainnya.

Baca Juga :