Kisah Bukalapak Menembus Batas Berbuah Apresiasi Presiden

Kisah Bukalapak Menembus Batas Berbuah Apresiasi Presiden

Kisah Bukalapak Menembus Batas Berbuah Apresiasi Presiden

Jakarta, Kominfo

Ungkapan Menerobos Batas sepertinya menggambarkan kiprah penyedia platform jual beli online Bukalapak. Tema peringatan ulang tahun ke-9 usaha yang didirikan tiga anak muda Indonesia itu, tampak selaras dengan kiprah platform e-commerce itu dalam memfasilitasi dagang online.

Founder sekaligus CEO Bukalapak

Ahmad Zaky membuka kisah. Sembilan tahun lalu ia dan Fajrin adalah teman di ITB dan SMA yang tidak memiliki apa-apa. “Yang kami miliki hanya kecintaan terhadap teknologi, mimpi, dan juga harapan. Tidak ada hal lain yang kami miliki saat itu, kami benar-benar mulai dari nol,”kata Zaky.

Zaky menuturkan, untuk sampai pada posisi sekarang ini, Bukalapak telah melakukan ratusan percobaan. Meski semua percobaan itu tidak semuanya berbuah sukses. Bukalapak mengerahkan pusat riset dan pengembangan (research and development/R&D) serta laboratorium riset kecerdasan buatan dan komputasi awan. Bahkan, Bukalapak menggandeng Institut Teknologi Bandung, untuk mengembangkan platform jual beli online.

“Sebagai e-commerce, kami tetap mengutamakan diri sebagai perusahaan teknologi dan terus berinovasi. Di era teknologi ini 99% kegagalan itu diperlukan. Warung (Mitra Bukalapak) ini awalnya dari percobaan yang kecil, tapi sekarang menjadi sesuatu yang besar,” paparnya.

Hari ini, Kamis (10/01/2019), di Jakarta Convention Center

Jakarta, Bukalapak merayakan ulang tahun ke-9. Perusahan berbasis belanja online yang menyandang status unicorn itu berkomitmen menaikkan kelas usaha mikro kecil dan menengah melalui teknologi. Kini Bukalapak berhasil merangkul lebih dari 4 juta pelapak untuk berjualan melalui platform online. Pengguna aplikasi pun telah meningkat pesat hingga 50 juta orang se-Indonesia.

Inovasi “Mitra Bukalapak” yang dikembangkan pada awal tahun 2017 hingga saat ini juga telah berhasil memberdayakan lebih dari 500.000 warung kelontong dan 700.000 pelaku usaha mandiri di Indonesia. Data setahun terakhir, transaksi di Bukalapak berhasil tumbuh lebih dari tiga kali lipat dengan 12 juta kunjungan per harinya.

“Di awal berdirinya Bukalapak, misi kami adalah memajukan usaha kecil atau pelapak melalui platform online. Saat ini, warung-warung offline juga ikut kami berdayakan sebagai Mitra Bukalapak agar terhubung dengan teknologi, sehingga Bukalapak bisa menjadi ekosistem teknologi untuk usaha kecil di Indonesia,” jelas Zaky.

Selain mengumumkan beragam pencapaian mereka sepanjang tahun 2018 dan inovasi yang akan dikembangkan tahun ini, Bukalapak juga menggelar berbagai promo penjualan di lapak e-commerce mereka. “Tahun 2018 merupakan tahun yang meriah bagi kami. Banyak fitur yang kami hadirkan, membangun pusat riset, kolaborasi dengan pemerintah, hingga menggelar berbagai promo. Di usia yang ke-9 tahun ini, kami berkomitmen untuk terus menerobos batas dan menciptakan inovasi mutakhir untuk memberikan solusi kepada masyarakat,” papar Zaky.

Apresiasi Presiden

Presiden Joko Widodo menyatakan dukungan Pemerintah terhadap upaya platform digital untuk meningkatkan transaksi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Bahkan Kepala Negara mengapresiasi Bukalapak karena ikut mengembangkan UMKM di Indonesia dengan memfasilitasi jualan di platform online.

“Saya mengapresiasi komitmen Bukalapak untuk menjadi e-commerce yang tidak hanya mengejar keuntungan semata, melainkan juga menjalankan fungsi sosial dalam membimbing UMKM untuk bisa naik kelas,” ucapnya.

Artikel terkait :