Hamburan dan Serapan Atmosfer dalam Pengindraan Jauh

Hamburan dan Serapan Atmosfer dalam Pengindraan Jauh

Hamburan dan Serapan Atmosfer dalam Pengindraan Jauh

Meskipun terdapat jendela atmosfer, ternyata masih ada gangguan dalam pengindraan jauh, terutama hamburan dan serapan atmosfer. Gangguan ini dapat mengurangi radiasi energi yang mencapai sensor pengindraan jauh.

Hamburan atmosfer adalah peristiwa penyebaran arah radiasi oleh partikel-partikel di atmosfer yang tidak dapat diperkirakan. Hamburan ini terdiri atas hamburan rayleigh, hamburan mie, dan hamburan nonselektif. Hamburan rayleigh terjadi apabila tenaga elektromagnetik berinteraksi dengan partikel yang diameternya lebih kecil daripada panjang gelombang yang mengenainya. Gelombang pendek cenderung dihamburkan lebih kuat. Langit yang berwarna biru merupakan salah satu contoh dari hamburan rayleigh. Hamburan rayleigh menjadi penyebab adanya kabut tipis pada citra yang secara visual mengurangi kejelasan/kontras pada citra dan tampak warna kelabu pada citra. Hamburan mie terjadi jika diameter partikel di atmosfer sama dengan gelombang yang mengenainya. Penyebab hamburan mie adalah debu dan uap air. Jenis hamburan ini cenderung memengaruhi gelombang yang lebih panjang. Hamburan mie terjadi pada sebagian besar atmosfer. Fenomena yang lebih menjadi kendala bagi sistem pengindraan jauh adalah hamburan nonselektif karena diameter partikel lebih besar daripada gelombang yang mengenainya. Diameter ini berkisar antara 5-10 μm. Hamburan nonselektif terjadi karena partikelnya menghamburkan semua spektrum fotografi, misalnya air hujan. Pada citra atau foto udara hamburan ini akan tampak seperti kabut dan awan putih.

Serapan atmosfer disebabkan oleh uap air, karbon dioksida, dan gas ozon. Pada benda yang memiliki serapan tinggi, pantulannya akan kecil. Benda yang pantulannya kecil terlihat lebih gelap. Air merupakan objek dengan daya serap tinggi sehingga tampak lebih gelap daripada benda lainnya.


Sumber:

https://kelasips.co.id/