Hadapi MEA, Siswa SMA di Lhokseumawe Diharapkan Bisa Ciptakan Lapangan Kerja

Hadapi MEA, Siswa SMA di Lhokseumawe Diharapkan Bisa Ciptakan Lapangan Kerja

Hadapi MEA, Siswa SMA di Lhokseumawe Diharapkan Bisa Ciptakan Lapangan Kerja

Menjelang persaingan global Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), diharapkan para kalangan muda di Kota Lhokseumawe

nantinya bisa menjadi pelopor dalam menciptakan lapangan kerja.

Hal tersebut diungkapkan Mukhlis Azhar atau yang biasa disapa Pak Ulis, dalam pemaparanya dihadapan anak murid SMA 1 Negeri Lhokseumawe Aceh, Kamis (31/03/2016).

“Banyaknya angka kemiskinan, secara otomatis berdampak pada meningkatnya angka pengangguran di Indonesia khususnya juga di Kota LhokSeumawe. Saya berharap anak-anak murid yang saat ini sedang menimba ilmu disini, kedepan bisa menjadi pelaku usaha dan bisa menciptakan lapangan kerja,” jelas Pak Ulis saat menjadi motivator di acara seminar kewirausahaan di SMA Negeri 1 Lhokseumawe

Untuk itu, kata pengusaha yang merupakan politisi dari partai Hanura ini, kedepan

lapangan kerja dan peluang usaha khususnya di Lhoksemawe bakal tumbuh dengan pesat jika ditangani para tenaga muda.

“Apalagi di zaman yang moderen seperti ini, otomatis pengembangan ekonomi kreatif bisa tumbuh dengan adanya tenaga muda dengan segala kreatifitasnya,” tukasnya.

Dalam seminar motivasi kewirausahaan di SMA Negeri 1 Lhokseumawe, yang mengambil tema ‘Menjadi Wirausaha Sukses’ tersebut memang bertujuan untuk menumbuhkan minat wirausaha dari kalangan muda khususnya para siswa.

“Tidak ada usaha yang tidak pernah gagal. Saya sudah jalani semuanya, untung atau rugi

adalah pengalaman hidup untuk melangkah lebih baik, jika para murid-murid disini sudah memulai belajar berwirausaha sejak dini, saya yakin tingkat pengangguran di Lhokseumawe bisa dikurangi,” ujarnya.

Dengan saingan yang cukup ketat, dimana nantinya saat MEA sudah diberlakukan, menurut Pak Ulis, mau atau tidak kita wajib bisa bersaing.

“Selain belajar teori, anak-anak murid juga bisa langsung praktek, mungkin dengan cara membuat koperasi kecil-kecilan di sekolah, ataupun membuka usaha dengan menjual barang-barang hasil kreatifitas sekolah seperti kerajinan tangan pada saat momen-momen tertentu. Misalnya saja saat perpisahan sekolah, dan kegiatan lainya,” pungkasnya

 

Baca Juga :