Fitur Kontroversial Twitter Akhirnya Meluncur

Fitur Kontroversial Twitter Akhirnya Meluncur

Fitur Kontroversial Twitter Akhirnya Meluncur

Fitur Kontroversial milik Twitter kini telah meluncur di Amerika Serikat

dan Jepang tepat hari ini (20/9).
Fitur ‘Hide Replies’ yang bertujuan membudayakan percakapan di platformnya, telah lebih dulu hadir di Kanada.

Dilansir dari TechCrunch, penambahan fitur ini membawa Twitter kepada satu perubahan yang lebih radikal, yakni memberikan pengguna kendali percakapan yang mereka mulai.

Langkah itu dapat dilakukan dengan memberi pengguna akses untuk menyembunyikan kontribusi atau balasan yang mereka anggap tidak layak.

Jenis balasan ini, yang berkisar dari yang tidak relevan hingga serangan langsung

sebenarnya tidak dihapus, melainkan hanya menempatkan klik tambahan.

Baca juga: 10 Tagar yang Ramaikan Twitter selama 2019

Platform sosial media ini percaya bahwa fitur ‘Hide Replies’ pada akhirnya akan mendorong orang untuk berperilaku lebih baik ketika memposting ke platformnya.

“Kami sudah melihat orang-orang berusaha menjaga percakapan mereka tetap sehat dengan menggunakan blokir, bisu, dan laporan, tetapi alat ini tidak selalu mengatasi masalah ini. Memblokir dan membisukan hanya mengubah pengalaman pemblokir, dan melaporkan hanya berfungsi untuk konten yang melanggar kebijakan kami,” jelas PM Kesehatan Twitter Michelle Yasmeen Haq dikutip dari TechCrunch.

Sebelumnya, fitur ‘Hide Replies’ telah diluncurkan di Kanada pada Juli lalu

. Sejak saat itu, Twitter mengatakan bahwa kebanyakan orang menggunakan fitur ini untuk menyembunyikan balasan yang mereka temukan tidak relevan, kasar, atau tidak dapat dipahami.

Respons yang diberikan pengguna layanan sosial media di Kanada juga positif, karena pengguna merasa ini cara yang bermanfaat untuk mengontrol apa yang mereka lihat.

Baca juga: Hindari Serangan Ransomware, Perhatikan Hal Berikut

Menurut Twitter, dalam sebuah survei, 27% dari pemilik cuitan mengatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan kembali bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain di masa depan.

 

Baca Juga :