Faktor yang Menaikan Kuota Produksi OPEC Dan Contohnya

Faktor yang Menaikan Kuota Produksi OPEC Dan Contohnya

Menaikan Kuota Produksi OPEC

Faktor-Faktor yang Menaikan Kuota Produksi OPEC 

Faktor-faktor yang menyebabkan dinaikannya kuota produksi OPEC sama halnya pada faktor yang menyebabkan OPEC melakukan regulasi adalah menyusul Perkembangan ekonomi dan perkembangan penduduk, karena dapat membawa dampak bagi perekonomian di setiap negara baik dampak positif maupun dampak negatif. Selain itu, perkembangan ekonomi dan pertumbuhan penduduk juga berpengaruh pada anggaran pendapatan dan belanja pemerintah, pemerintah disini merupakan salah satu pelaku ekonomi penting, dimana faktor-faktor yang dapat membuat OPEC untuk menaikan kuota produksinya dari permasalahan perekonomian, yaitu: 1. Faktor Fundamental Permintaan Konsumen Berdasarkan hukum ekonomi, jika permintaan akan minyak meningkat dan penawaran tetap, maka harga minyak akan naik. Sebaliknya jika permintaan menurun dan penawaran tetap, maka harga minyak akan turun.
Permintaan konsumen terjadi apabila Negara-negara pengkonsumsi minyak telah mengalami peningkatan akan kebutuhan minyak untuk memenuhi kebutuhannya, dimana kelangkaan minyak terjadi karena pertumbuhan penduduk sehingga konsumen meminta untuk menambah produksi minyak hingga kebutuhan akan minyak terpenuhi.

Penawaran Produsen Berdasarkan hukum ekonomi

Penawaran Produsen Berdasarkan hukum ekonomi, jika penawaran akan minyak menurun sementara permintaan tetap, maka harga minyak akan naik. Sebaliknya jika penawaran akan minyak meningkat pada saat permintaan tetap, maka harga minyak akan turun. Selanjutnya ketika negara pengkonsumsi minyak menganggap bahwa kebutuhan akan minyak untuk dikonsumsi sama dengan permintaan hingga akhirnya minyak akan habis akan membuat harga minyakpun menjadi naik. 2.

Melemahnya Nilai Mata Uang Dollar AS

Faktor Non-fundamental Melemahnya Nilai Mata Uang Dollar AS Selajutnya kejatuhan mata uang dollar AS terhadap Euro selama 12 bulan terakhir hingga mencapai 16% (2007) diilustrasikan sebagai pukulan telak terhadap negara-negara OPEC. Mengingat nominasi perdagangan minyak dunia dalam dollar, maka penurunan nilai mata uang dollar dengan sendirinya mendorong perekonomian negara-negara eksportir minyak. Di satu sisi, harga minyak memang mengalami lonjakan. Di lain sisi, terjadi pengurangan nilai terhadap cadangan devisa negara-negara OPEC dalam denominasi dollar.
Realisme inilah yang kemudian mendorong munculnya usulan agar OPEC sungguh-sungguh mempertimbangkan penggunaan mata uang lain di luar dollar AS untuk transaksi. Spekulasi dari Para Pelaku Pasar dalam Kancah Future Trading Minyak Dalam konteks pembicaraan tentang ulah kaum spekulan, KTT mengingatkan kembali penyikapan yang pernah dikedepankan OPEC sebelum pelaksanaan KTT Riyadh. Per 1 November 2007, misalnya, OPEC yang beranggotakan 12 negara itu telah menambah pasokan minyak di pasar dunia, ternyata harga minyak terus melambung karena ditambah dengan adanya pertumbuhan penduduk juga masalah perkembangan ekonomi, bahkan menjadi begitu mencemaskan lantaran mendekati US$ 100 per barrel. Ekuilibrium berlandaskan keseimbangan supply dan demand lalu menjadi tak relevan.
Dengan keputusan penambahan pasokan terhitung sejak 1 November 2007 itu ditambah masalah sebelumnya maka OPEC harus memproduksi lagi minyak dan menaikan kuota produksi kepada Negara-negara anggotanya, maka OPEC dalam konferensinya akan memutuskan untuk melakukan regulasi produksi minyak. Dan akhirnya pada tahun 2008 dalam konferensinya OPEC menaikan kuota produksi pada bulan Juli dengan melaksanakan pertemuan Extra-ordinary atas permasalahan dari naiknya harga minyak dunia yang terus menerus, Sehingga secara keseluruhan pasokan OPEC menjadi 32.77 juta barel per hari.