Faktor yang Memotong Kuota Produksi OPEC 

Faktor yang Memotong Kuota Produksi OPEC

Kuota Produksi OPEC 

Faktor-faktor yang Memotong Kuota Produksi OPEC 

Pada bulan Juni 2008, Arab Saudi mengumumkan akan menaikan produksinya hingga mencapai 9.5 juta barel perhari, peningkatan 600.000 barelperhari dibandingkan produksi bulan Mei. Ini adalah peningkatan produksi terbesar oleh Saudi Arabia sejak tahun 1981. Pada awal Juli OPEC memproduksi hampir 33 Juta barel perhari ini melebihi 5 juta barel dari kuota. Harga minyak turun dari 137,11 dolar perbarel pada 11 Juli ke harga hampir 125 dolar perbarel. Hal itu merupakan hasil dari regulasi yang dikeluarkan sebelumnya untuk menanggapi akan kenaikan harga minyak dunia di awal tahun 2008 yang ternyata harga minyak yang terus menerus merosot turun.
Penurunan harga minyak mentah dunia memang berdampak baik bagi para konsumen minyak, tetapi penurunan harga yang berlebihan dan terus menerus hingga mendekati harga 30 dolar perbarel dari kenaikannya yang mencapai 137 dolar perbarel pada Juli 2008 akan memberikan kerugian. Negara-negara OPEC menganggap harga minyak dunia yang terlalu rendah sangat merugikan produsen minyak khususnya negara-negara OPEC, karena keuntungan penjualan minyak mentah dunia akan menurun. Untuk menanggapi hal tersebut OPEC memutuskan untuk mengadakan konferensi untuk menstabilkan harga minyak mentah dunia di kisaran 70-90 dolar perbarel dan melakukan pemotongan kuota produksi, akhirnya pada pertemuan Extra-Diornary pada 28 Oktober 2008 di Wina Austria yang sebelumnya pada bulan Septemberpertemuan ke 150 menghasilkan keputusan untuk menurunkan produksi minyaknya yang di mulai dengan penurunan produksi minyak sebesar 1.5 juta barrel.
Harga minyak yang sangat rendah dapat menurunkan investasi di sektor tersebut. Sebelumnya, negara-negara anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) secara kolektif telah menangguhkan 35 proyek pengeboran minyak, karena rendahnya harga minyak mentah menghalangi investasi. Proyek-proyek ini dipertahankan dan akan dilanjutkan ketika harga minyak mulai pulih. Kebijakan pemangkasan suplai OPEC pada Oktober 2008 membuahkan hasil.

Pada bulan-bulan berikutnya harga minyak dunia mulai merangkak naik

Pada perdagangan New York Mercantile Exchange, jenis light sweet crude untuk pengiriman Desember 2008 naik USD2,80 ke USD63,84 per barel. Minyak jenis Brent north sea juga menguat USD2,72 menjadi USD60,07 per barel. OPEC mengatakan tujuan pengurangan produksi minyak negara-negara anggota OPEC adalah supaya harga minyak mentah Dunia berada di kisarana 70-90. Sehingga bila belum mencapai harga kisaran tersebut, OPEC akan secara bertahap untuk mengurangi produksi, tetapi hal ini juga harus berdasarkan dari kesepakatan negara-negara anggota OPEC, juga dari analisa dampaknya terhadap kestabilan harga dan reaksi dari konsumen minyak mentah dunia.
Artikel terkait :