Cerita Karst Rammang-Rammang yang Nyaris Jadi Tambang

Cerita Karst Rammang-Rammang yang Nyaris Jadi Tambang

Cerita Karst Rammang-Rammang yang Nyaris Jadi Tambang

Tidak banyak yang tahu jika Rammang-rammang pernah dilelang

ke salah satu perusahaan tambang raksasa. Bila terjadi tak akan ada lagi keindahan taman batu ini.

Berkat kegigihan warga hal itu tak terjadi karena ingin menjaga lingkungannya. Objek Rammang-rammang akhirnya kembali dikuasai dan dijadikan spot wisata.

“Sekitar 10 tahun lalu, 40 hektare tempat ini sudah dilego ke pihak tambang marmer yang akan mengeksplorasi tempat ini. Tapi, kami di sini bertahan dan tidak memberikan ruang sedikitpun untuk mereka. Tidak terbayang andai itu terjadi, semua ini pasti tidak mungkin bisa dinikmati,” kata pengelola Ramamng-rammang, Iwan Dento, Minggu (04/08/2019).

Objek wisata Rammang-rammang berada di Desa Salenrang

Kecamatan Bontoa, Maros, Sulawesi Selatan memang diapit oleh beberapa perusahaan tambang. Salah satunya tambang semen yang hanya berjarak sekitar 4 kilometer.

“Kami di sini sudah terbiasa dengan perusahaan tambang. Karena memang oleh Pemerintah, tempat ini diperuntukkan untuk tambang. Tapi kami menolak karena jelas itu merusak. Alhasil kami sukses membuat perusahaan itu hengkang dan menjaga tempat ini menjadikannya tempat wisata,” pungkasnya.

Menjelajahi objek wisata Karst Rammang-rammang di Maros

Sulawesi Selatan memang seolah tidak pernah habis. Selain panorama sungainya yang begitu khas, beberapa spot wisata yang ada di sini juga tidak kalah menariknya. Salah satunya, spot wisata Taman Batu Kampung Laku.

Di tempat ini, traveler akan dimanjakan dengan pemandangan khas yang mungkin tidak ada duanya. Bebatuan karst yang seolah mengapung di atas permukaan air empang milik warga serta gugusan karst yang menjulang bagaikan candi membuat tempat ini begitu istimewa.

“Tempat ini sangat unik dan tidak pernah saya temukan di tempat wisata lain yang pernah saya kunjungi di Indonesia dan juga di beberapa negara Asia lainnya. Memang pemadangannya kelas dunia,” kata seorang wisatawan asal Polandia, Carolina.

Selain itu, di spot yang satu ini

traveler juga bisa masuk ke sela-sela bebatuan karst yang membentuk labirin. Di sini, traveler bisa menikmati lebih dekat pesona gugusan karst yang menjulang dengan suasananya yang penuh kesejukan. Namun, untuk masuk ke sana, traveler harus didampingi oleh penjaganya karena traveler bisa tersesat di dalamnya.

“Suasana di dalamnya itu ternyata sangat sejuk, padahal sinar matahari sangat panas di luar sana. Saya sangat menikmati karena tempat ini sangat direkomendasikan bagi para wisatawan,” lanjutnya.

Untuk masuk ke spot wisata ini, traveler harus melewati sungai dengan menggunakan perahu. Bisa dari Dermaga Satu maupun Dermaga Dua Rammang-rammang, karena posisinya terletak di antara dua dermaga itu. Untuk tiket masuk, traveler tidak usah khawatir, karena warga yang menjaga tempat ini tidak mematok karcis masuk.

“Ramainya itu setiap akhir pekan, karena orang yang dari Dermaga Satu dan Dua biasa menyempatkan diri singgah di sini untuk berfoto. Ya bayarnya seikhlasnya saja, kalau pun tidak mau bayar, juga tidak apa-apa,” kata warga yang menjaga spot ini, Daeng Maudu.


Baca Artikel Lainnya: